04
Feb
08

rokok + Indonesia = buah simalakama

Iklan rokok yang semakin komersil dan kontroversil, banyak artikel yang menyebutkan bahwa dampaknya bagi negara kita adalah menimbulkan banyaknya perokok baru, terutama bagi anak-anak yang di bawah umur. Secara ekstrinsik benar.

Namun,…… saat artikel-artikel tersebut saya bahas bersama teman-teman sekolah saya, masih ada pro dan kontra. Dan saya, termasuk orang yang kontra terhadap artikel tersebut.

Saya punya pandangan tersendiri mengenai topik ini. Saya berpendapat, bahwa menurunnya kualitas kesehatan bangsa Indonesia disebabkan Iklan rokok itu SALAH BESAR.

Faktor-faktor yang mendukung pendapat saya sbb:

Pengizinan pemerintah, yang terbukti pada pajak Ppn yang terdapat gambar Garuda Pancasila pada bungkus rokok. Jadi, meskipun kita Demo sepanjang jalan kenangan pun hasilnya nihil.

Loh, berarti secara tidak langsung anda menyalahkan mengenai izin yang diberikan pemerintah?

Saya tidak berkesimpulan begitu, karena seandainya kita demo/protes dan akhirnya pemerintah menindak-tegaskan para perokok dengan denda 8triliun pun, kalau si perokok mampu membayarnya, hukum pun tak ada artinya lagi.

Selain itu, pastinya pemerintah berfikir 2 kali, karena Produktifitas rokok merupakan Aset Negara kita terbesar ke-2 setelah pajak. Dan itupun perekonomian Indonesia masih seperti ini. Kalau Rokok dikurangi/ ditiadakan, siapa yang menopang pajak untuk mensejahterakan kehiupan bangsa Indonesia?!


6 Tanggapan ke “rokok + Indonesia = buah simalakama”


  1. 1 ht3r26
    Februari 11, 2008 pada 3:26 am

    berarti secara g’ langsung u setuju ma iklan rokok.
    yang dapat mengakibatkan banyak penyakit.
    he.. ngomong” u d bayar berapa ma yang punya iklan rokok tu-?

  2. 2 don45
    April 24, 2008 pada 2:40 am

    Sebetulnya saya juga kurang setuju dgn iklan rokok krn dapat membahayakan generasi muda jaman sekarang .

  3. Mei 28, 2008 pada 12:10 pm

    rokok+anak muda=kehancuran moral……

  4. 4 dp48
    Agustus 28, 2008 pada 3:24 am

    sekali lagi… mohon berfikir dua kali….
    bahwa yang merusak kesehatan dan generasi muda itu bukan iklannya, tapi rokoknya…
    sekarang contohnya abah saya sendiri, merokok tidak karena iklannya, tapi lingkungan dan inisiatif yg berlanjut pada “kecanduan”. Meskipun tidak ada iklannya lagi, perokok maniak tetap merokok.
    Bahkan kita ketahui sendiri, bahwa iklan-iklan rokok sekarang justru tingkat kreativitasnya tinggi. Jadi, jgn selalu FOS (full of suudzan) pada iklan rokok. tq

  5. 5 junita
    Januari 23, 2010 pada 2:20 pm

    Menghisap rokok = membakar uang…
    perokok sejati ga akan menyebarkan penyakit kepada orang lain dengan asap rokoknya..

  6. 6 dp48
    Mei 28, 2010 pada 4:20 am

    @ junita… yub…that’s right


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


dp48

dp48_owner

Klik tertinggi

  • Tidak ada

 

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

link exchanges

Neptune Blog /
<a href=”http://dp48.wordpress.com”><img src=”http://dp48.files.wordpress.com/2009/09/dp48.jpg"></a>

Blog Stats

  • 14,071 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.