Awal saya mendengar kasus seorang bussinessman yang sukses, menikahi seorang anak berumur 12 tahun, justru yang mengagetkan saya adalah para publik yang memandangnya sebelah mata. Menurut saya, kalau masalah “begituan” sih… bukan hal baru bagi saya dan mayoritas penduduk jawa timur. Karena, sepengetahuan saya, pernikahan dini yang seperti itu sudah membudi-daya di pulau madura.
Saya pernah punya teman anak madura, kebetulan dia dan keluarganya kost di rumah saya. Waktu itu kami masih sama-sama duduk di bangku kelas 6 SD. Saat hari-hari mendekati UNAS, dia tidak pernah begitu serius belajar. Setelah kutanya kenapa, jawabannya dia putus asa, dia merasa tidak perlu susah payah belajar, toh akhirnya setelah dia lulus, dia langsung dijodohkan dan dinikahkan di pulau yang terkenal dengan karapan sapinya.
Itulah sebagian kecil dari sebagian besar cerita tradisi pernikahan dini, yang tak pernah ada satu pihak pun yang mempublikasikannya. Apalagi sampai berurusan dengan pengadilan dan komnas HAM. Jadi, bisa disimpulkan bahwa berita ini terpublikasi secara negatif hanya untuk kepentingan individu yang berlatar-belakang mempunyai hub. tidak sedap dengan Syeh Puji. Begitulah opini obyektif saya..
dp48_owner















Komentar Terakhir