Tak sia-sia aku menjadi tamu pertama dalam festival malam ini. Meski pada akhirnya aku harus kehilangan tempat dudukku, untuk tamu dari luar negeri. Justru itulah yang mengantarkanku merasakan pengalaman paling berharga.
Aku sungguh tak menduga kalau ternyata aku duduk di tengah-tengah para fotografer yang membawa kamera-kamera keren. Pengalaman ini sangat berharga karena 2 hal, yaitu pertama, karena pada saat itu aku bisa mengintip beberapa trik mereka dalam memotret. Dan yang ke dua-sedikit memalukan- di situ, hanya aku yang memotret menggunakan Handphone berkamera. Coba anda bayangkan, tiap saat ada objek bagus untuk dipotret, dengan PD nya, aku ikut-ikutan berebut memotret dengan mereka –tak salah jika mungkin mereka terusik olehku-.
Festival ini sengaja diadakan secara rutinitas tiap tahun oleh Pemkot Surabaya dan seluruh jajarannya. Dan kebetulan, saat ini tema yang diambil adalah outdoor. G-Walk stage, di Singapore of Surabaya, yang memang berstandar internasional ini merupakan pilihan tepat menjadi sarana festival ini.
Pukul 20.00 WIB, acara yang bertajuk CROSS CULTURE ini dimulai. Tanpa banyak basa-basi, penonton pun langsung disuguhi secara berkala beberapa tarian daerah Indonesia (Bali, Gresik dan Jombang), Perancis (Cotemporer Dance), Korea, dan India.
Jika dilihat dari para peserta festival ini, CROSS CULTURE memang tajuk yang tepat karena ajang ini memang bertujuan tidak lain adalah untuk memperkenalkan Indonesia pada dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang sangat menghargai budaya asli tiap-tiap negara, sekaligus memepererat persaudaraan melalui budaya. Semua ini dikemas dengan sederhana dan inovatif.
Semoga, festival ini menjadi inspirasi bagi kita untuk ikut mempertahankan sekaligus melestarikan budaya kita, Budaya Bangsa Indonesia…. Lanjutkan!!
Komentar Terakhir