Penggunaan sistem team teaching atau menggunakan lebih dari satu guru dalam kegiatan belajar mengajar diperbolehkan untuk menambah beban mengajar selama 24 jam/pekan dalam rangka memenuhi tuntutan mendapatkan sertifikasi. Demikian diungkapkan, Koordinator Pengawas Sekolah Pendidikan Menengah (SMP-SMA), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkot Solo, Drs Sutarman MPd saat ditemui wartawan di Kantor Disdikpora, Jumat (28/8).
Yang menjadi pertanyaan buat saya,
1. Apakah Team Teaching merupakan inovasi yang efektif untuk lebih menjamin tingkat pemahaman siswa?
2. Jika memang benar jawaban no.1 adalah YA, bagaimana jika tidak ada “sertifikasi”, apakah sistem TEAM TEACHING yang menguntungkan ini juga tidak ada???
Saya tidak memiliki unsur ironisme bagi para guru, karena saya sendiri bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan (amin). Namun, lebih tepatnya, saya sekarang menjadi siswi yang sedang merasakan inovasi baru ini. Kalau memang sistem ini baru dicanangkan/dilaksanakan… mengapa diuji cobakan juga untuk kelas 3 yang membutuhkan perhatian penuh guru mapelnya untuk menghadapi UNAS? Berapa persentase jaminan peningkatan pemahaman yang dijanjikan dari inovasi ini?
dp48_owner















jawaban ke-1, tidak, setiap guru punya ciri dan cara sendiri untuk mengajar. jika gonta-ganti guru pasti muridnya juga bingung..
lalu bagaimana dengan tuntutan sertifikasi tsb?
Maka dari itu, yg sy takutkan adalah guru yang sebenarnya kurang berkompetensi dlm sstem Teamteaching ini, terpaksa menggunakannya hanya untuk memenuhi syarat srtfksi, bkn untk mngktkn kinerjanya dlm mgjar.
Iy,mnrutq..
Emg u/sbgian org team in dpt mbntU tpi kmbli lgi pda gru it sndri, bnr jg,spti adaptsi,Dgn 2 gru n qt hrz ciap diajr gru yg slh 1x swktU2
slaen it kcian grux,gru smkin cpek dgn adx jm tmbhn tsbt
yaa.. Mg2 qt cmw dpt mjlnix dgn baeg n sling mghrgai antr k’2x, ^_^