Arsip untuk Kategori 'read it'

18
Okt
09

Ukur Global Warming dengan Osteoporosis

“Apa hubungannya?” sudah pasti itu yang anda katakan. Belajar dari beberapa informasi tentang keduanya, osteoporosis bisa dikatakan sebagai gejala Global Warming.

Jumlah penderita osteoporosis semakin lama semakin menjadi-jadi. Salah satu penyebab yang tidak dapat dipungkiri adalah kurang berolahraga, atau setidaknya kurangnya aktivitas yang melibatkan gerak tubuh kita secara langsung, seperti halnya berjalan kaki.

Hal ini dikarenakan masyarakat terlalu membiarkan hidupnya dimanjakan oleh teknologi.

Singkatnya, semakin banyaknya penderita osteoporosis, berarti semakin banyak pula pengguna teknologi. Dan jika semakin banyak teknologi yang digunakan, semakin banyak pula energi yang digunakan.

Sedangkan Global Warming membutuhkan kita untuk menghemat energi, bukan?

17
Okt
09

‘cross culture’ in the Surabaya….So Amazing…

Tak sia-sia aku menjadi tamu pertama dalam festival malam ini. Meski pada akhirnya aku harus kehilangan tempat dudukku, untuk tamu dari luar negeri. Justru itulah yang mengantarkanku merasakan pengalaman paling berharga.

Aku sungguh tak menduga kalau ternyata aku duduk di tengah-tengah para fotografer yang membawa kamera-kamera keren. Pengalaman ini sangat berharga karena 2 hal, yaitu pertama, karena pada saat itu aku bisa mengintip beberapa trik mereka dalam memotret. Dan yang ke dua-sedikit memalukan- di situ, hanya aku yang memotret menggunakan Handphone berkamera. Coba anda bayangkan, tiap saat ada objek bagus untuk dipotret, dengan PD nya, aku ikut-ikutan berebut memotret dengan mereka –tak salah jika mungkin mereka terusik olehku-.

Festival ini sengaja diadakan secara rutinitas tiap tahun oleh Pemkot Surabaya dan seluruh jajarannya. Dan kebetulan, saat ini tema yang diambil adalah outdoor. G-Walk stage, di Singapore of Surabaya, yang memang berstandar internasional ini merupakan pilihan tepat menjadi sarana festival ini.

Pukul 20.00 WIB, acara yang bertajuk CROSS CULTURE ini dimulai. Tanpa banyak basa-basi, penonton pun langsung disuguhi secara berkala beberapa tarian daerah Indonesia (Bali, Gresik dan Jombang), Perancis (Cotemporer Dance), Korea, dan India.

Jika dilihat dari para peserta festival ini, CROSS CULTURE memang tajuk yang tepat karena ajang ini memang bertujuan tidak lain adalah untuk memperkenalkan Indonesia pada dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang sangat menghargai budaya asli tiap-tiap negara, sekaligus memepererat persaudaraan melalui budaya. Semua ini dikemas dengan sederhana dan inovatif.

Semoga, festival ini menjadi inspirasi bagi kita untuk ikut mempertahankan sekaligus melestarikan budaya kita, Budaya Bangsa Indonesia…. Lanjutkan!!

04
Okt
09

Pabila Hadapi Gempa…

Pabila sudah terjadi suatu kasus bencana alam, tak ada satupun pihak yang bisa kita jadikan “tersangka” kecuali diri kita masing-masing. Semoga apa yang terjadi ini adalah suatu cobaan sekaligus peringatan bagi kita.
Sebelumnya, saya turut berduka-cita atas bencana gempa yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia yang terkena gempa, semoga ketabahan selalu menguatkan para korban. Amin.

Gempa yang semakin sering terjadi di Indonesia menerenyuhkan hati sekaligus memberikan rasa “was-was” bagi kita semua. Dan setidaknya, anda sudah memikirkan 2 hal :
1.” Apakah rumah saya sudah memiliki peluang kecil dalam kerusakan pada saat gempa terjadi?” dan
2.” Apakah saya sudah memiliki persiapan mental dalam menghadapi gempa? “

Berikut saya mencoba membantu anda memberikan solusi mempersiapkan diri sebelum menghadapinya:
1. Terutama bagi penduduk di kawasan dekat dengan samudra / gunung merapi, hendaknya lebih memperhatikan konstruksi bangunannya. Dalam alternatif yang lebih spesifik, anda bisa mengkonsultasikan bangunan anda pada ahli bangunan/arsitek yang berpengalaman.

2. Benda-yang menempel di dinding (seperti lemari, pigura besar, dsb) disarankan dipaten/dipaku untuk meminimalisir keruntuhan pada saat terjadi gempa.

3. Jangan meletakkan benda-benda besar dan berat di atas lemari.

Dan pabila anda hadapi gempa:
1. Apabila anda merasakan gejala gempa, segera selamatkan wanita dan anak-anak dan berusahalah keluar dari ruangan/bangunan menuju tanah lapang dan jangan lupa sambil berteriaklah “AWAS GEMPA!”

2. Apabila anda terjebak oleh reruntuhan, segera berbaringlah disamping ranjang, sofa, atau meja dan usahakan lindungi kepala anda.

3. Atau apabila benar-benar sangat mendesak, merapatlah pada lipatan dinding (pondasi).

Semoga bermanfaat. ^_^

15
Sep
09

the 2nd year

Yeach… From my self, i wanna say HAPPY BIRTHDAY to  http://www.dp48.wordpresss.com, my lovely blog.

you have 40 published posts / articles, the writing of my inspirations for all people..

Thanks a lot  for whoever already visit my blog…

everything is interesting,,not except of you…

15
Sep
09

Sekolah Fullday? What about u?

If about me….

Menurutku Sekolah FullDay (SFD) itu dilihat dari sisi manapun, paling dan sangat cocok bagi negara maju. Karena masyarakatnya dituntut untuk segera meningkatkan “skill” nya dalam waktu singkat, guna mempertahankan image-nya sebagai negara maju. Secara otomatis, mental mereka sudah terkondisikan seperti itu. Segala fasilitas dan kebutuhan yang sudah tersedia, mendukung mereka untuk lebih cepat siap bersaing di era globalisasi ini. Belajar dan bekerja keras, itulah yang sudah mereka terapkan sejak dini.

Kalau untuk negara berkembang, sangatlah berat dijalankan, baik secara fisik maupun mental, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun sosial. Semua sisi itu memiliki ketergantungan yang sangat erat. Sebagai contohnya, negaraku sendiri, Indonesia. Sebagian masyarakatnya yang tingkat perekonomiannya menengah ke bawah, sejak umur kurang lebih 16 th (usia anak sekolah SMA), mereka sudah banyak yang bekerja, guna mencukupi kebutuhan hidupnya, entah sudah cukup atau belum skill-nya.

Hal ini memang sudah membudi-daya, sehingga sangatlah sulit diantisipasi. Maka, untuk tetap meningkatkan mutu pendidikan sekaligus stabilitas perekonomian masyarakat, memilih SFD bukanlah sistem pendidikan yang tepat untuk dipilih. Secara fisik dan mental, mereka akan sulit mengatur kondisi dan waktu. Sehingga menimbulkan keluhan yang mempengaruhi mental mereka, merubah image sekolah menjadi tempat yang menjenuhkan dan sedikit atau banyak pasti berimbas juga terhadap mutu pendidikan kita.

Itu masih dalam lingkup negara, dalam lingkup sosialnya juga terdapat gangguan. Menurut saya, lingkup sosial adalah salah satu lingkup yang sangat penting karena sepintar-pintar si anak, kesuksesannya ditentukan dalam realisasinya di lingkup sosial. Ironisnya, murid SFD terlalu sulit untuk memenuhi syarat tersebut. Belum faktor fasilitas dan kinerja pengajar yang belum sepenuhnya mendukung.

Saya berusaha menulis artikel ini dengan seobjektif mungkin. Namun tetap tak mengingkari bahwa pendapat tiap individu ada perbedaan. Tetap maju, untuk Pendidikan Anak Indonesia… Aku Bangga dengan Pendidikan Indonesia yang  Berbudaya.

So, what about u?

09
Sep
09

RAKYAT INDONESIA, MANA EKSPRESINYA???!!

“don’t visit indoneSIAL” -> sebagai WNI, kita pasti sangat marah saat membaca kalimat itu. Anda akan mengerti alasan saya membuat postingan seperti ini, setelah anda mengunjungi situs tak bernalar, http://dontvisitindon2008.blogspot.com.

Menurut saya, Malaysia dan Singapura seperti kacang yang lupa kulitnya. Karena merasa memiliki kemakmuran dan kekayaannya yang bersifat sementara, mereka menjelek-jelekkan, dan tidak mengakui negara yang masih satu suku dengannya dengan berbagai alasan. Ironisnya, justru sebagian kemakmurannya berasal dari hasil alam dan budaya Indonesia yang entah didapatkan dengan cara bagaimana.

<Kalau dalam cerita sehari-hari, seperti 2 anak kecil bersaudara(si A anak yang bertalenta, kaya tapi tak angkuh dan si B anak orang yang mendadak kaya, jadi lebih angkuh). Si B menjelek-jelekkan, menfitnah si A hanya untuk menarik simpati teman-teman si A. Padahal, si B sering merampas uang saku si A untuk membeli barang mewah untuk dipamerkan ke teman-temannya.>

Dalam hal ini, kita tidak seharusnya melimpahkan semua instruksi kita kepada pemerintah. Kita adalah negara demokrasi, kita harus berani menyampaikan pendapat (dengan cara yang benar), namun tetap dalam jalur yang diberikan pemerintah. Kalau perlu, kita bawa masalah ini sampai ke Mahkamah Internasional.

INDONESIA,, MANA SEMANGATMU? MANA SUARAMU??

INGAT! Indonesia merdeka terlebih dahulu dari Malaysia dan Singapura, dan kita merdeka dari tangan kita sendiri, bukan pemberian, persemakmuran, dll. Secara terpaksa kita harus buat mereka minta maaf di depan kita sendiri tanpa perantara media dan disaksikan oleh dunia. SEMANGAT!!

10
Jun
09

Sosialisasi UNAS lewat UAS

Mulai Senin, 8 Juni 2009 kemarin siswa-siswi kelas X dan XI di skulq gi ada ritual penting yaitu UAS genap. Kaget sekaligus bangga karena entah disengaja ato tidak ritual ini  menggunakan sistem LJK (Lembar Jawaban Komputer), tanpa pemberitahuan di hari-hari menjelang UAS itu. Alhasil, kami tidak ada persiapan untuk membawa pensil 2B.  Untungnya, pengisiannya boleh menggunakan bolpoin hitam.

Menurut saya, sistem ini secara tidak langsung membuat siswa terbiasa dalam “mengarsir” sehingga meminimalisasi terjadinya d”demam panggung” saat UNAS, karena sistem ini merupakan “sosialisasi suasana UNAS”.

Sebenarnya ada 1 kendala, yaitu adanya soal essay sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk menjawab soal essay, masih digunakan mengarsir di LJK. Takutnya, kami tidak dapat menyelesaikan soal yang bernilai tinggi itu. Namun hal itu tidak akan terjadi apabila guru (pembuat soal) memiliki perkiraan waktu pengerjaan dengan tepat.

16
Mei
09

Kartini dan senyumku,,,

16052009(002)

Tidak pantang menyerah untuk memperjuangkan kaum wanita mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki dalam bidang pendidikan. Sekilas deretan kata itu membuatku tersenyum bangga dan kagum saat kudengar nama “R.A Kartini” disebut.

Senyum itu masih melebar karena aku teringat oleh Bu Asliyah, S.Pd, guru saat aku duduk di kelas 6 SD, tepatnya di SDN Banjarsugihan III/556 Surabaya. Bagiku, beliau adalah wanita pekerja keras dan serius dalam mengabdikan dirinya ke dunia pendidikan. Aku tak tahu persis perjalanan karirnya seperti apa. Namun yang aku tahu pasti, beliau selalu mengorbankan jiwa dan raganya agar anak didiknya berhasil. Beliau selalu menyarankan kami untuk mengisi waktu luang dengan mengerjakan soal-soal latihan. Sungguh beruntung aku memiliki guru seperti beliau. Karena SD adalah dasar untuk belajar ke tingkat lebih tinggi lagi.

Salah satu keinginannya, adalah melaksanakan ibadah haji. Namun, beliau masih mendahulukan kepentingan anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Beliau pernah ditawari untuk menjadi kepala sekolah dengan beberapa syarat materi yang “tidak wajar” jumlahnya, namun beliau menolaknya.

Kejujuran dan sifatnya yang berjiwa besar, memberikanku kesan tersendiri dan patut diteladani. Bagiku, beliau adalah “Kartini” di masaku. Terima kasih, Bu….

23
Feb
09

puisi_nk

“jamane, jamane jaman edhan…”

kursi jabatan, jadi rebutan,

Saingan senggol-senggolan,

teman pun jadi lawan,

Rakyatnya, jadi bahan percoban.


Klo emang peduli rakyat dan lingkungan,

Tak perlu jabatan,

Ckup pembuktian,

Itu yang lebih membanggakan.


Rakyat bosan berteriak minta pemimpin,

Kini rakyat hanya butuh simpatis,

Yang mampu mengembalikan semua yang tlah hilang karena para tikus negeri.

Jika terbukti, barulah mereka kami pilih,

Lanjutkan 1 misi,

pertahankan Ibu Pertiwi.

22
Nov
08

special 4 java’s boys

mf sebelumnya, tapi ini emg hal yang bwt q brfikir…dan berfikir….

KNAPhA..??.. c, mayoritas cow jawa, gag lepas ama kata2 umpatan (J_n_ok, etc).

bagi mereka, kata2 itu bukan kata2 umpatan,, so mrka enjoy aj ucpin kt2 itu berulang2..

ThaPi…….. klo emg gt, knapa waktu ada guru, ortu, ato org yg qt hormati, mrka takut ucapin kata2 itu?

plisz….. q bnr2 pnasaran…..




dp48

dp48_owner

Klik tertinggi

  • Tidak ada

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

link exchanges

Neptune Blog /
<a href=”http://dp48.wordpress.com”><img src=”http://dp48.files.wordpress.com/2009/09/dp48.jpg"></a>

Blog Stats

  • 14,071 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.